BO Shiokuda2 Adalah Situs Bandar Agent Judi Togel Online Dan Casino Online Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Situs Bandar Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Hadiah Hiburan Prize 2 Dan Prize 3 Khusus Untuk Games 4D Dan 3D Berlaku Untuk Semua Pasaran Di Shiokuda-2 Kecuali Pasaran Singapore Toto | Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 5.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.tunggangkuda.com(Versi PC) www.tunggangkuda.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.
ShioKuda 2

Bandar Togel Dan Bandar Casino Online Terpercaya Di Indonesia Saat Ini.

ShioKuda 2

Deposit-Withdraw-Bonus Deposit Harian |

ShioKuda 2

Hot Promo Hadiah Prize 2 Dan Prize 3

ShioKuda 2

Bonus Cashback Mingguan

ShioKuda 2

Bonus Additional Number

ShioKuda 2

Tersedia 9 Pasaran Terpopuler

ShioKuda 2

Bonus Additional Number


LIVEDRAW PASARAN

DAFTAR PASARAN
LIVEDRAW MELBOURNE
LIVEDRAW MELBOURNE BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 13:30 WIB | BUKA: 14:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com
LIVEDRAW SYDNEY
LIVEDRAW SYDNEY BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 13:15 WIB | BUKA: 14:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com
LIVEDRAW SINGAPORE
LIVEDRAW SINGAPORE JUMAT&KAMIS LIBUR | TUTUP: 17:30 WIB | BUKA: 17:45 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.tunggangkuda.com
LIVEDRAW HONGKONG
LIVEDRAW HONGKONG BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 22:30 WIB | BUKA: 23:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com

Senin, 19 Agustus 2019

Google Ungkap Malware Android Sembunyi di 85 Aplikasi Populer

Angkakuda - Google Play Store sekali lagi menjadi target malware, lapor TrendMicro. Menurut para peneliti, 85 aplikasi Android populer menyembunyikan perangkat lunak periklanan yang disebut "AndroidOS_Hidenad.HRXH".

Perangkat ini dimaksudkan untuk menampilkan iklan mengganggu di layar ponsel cerdas Anda. Fatalnya, malware tersebut telah diunduh lebih dari 8 juta kali sebelum Google melakukan intervensi.

Dalam laporan yang dirilis 16 Agustus 2019, peneliti keamanan Trend Micro mengatakan, mereka telah menemukan keberadaan malware adware baru di Play Store. Tidak mengherankan, malware AndroidOS_Hidenad.HRXH melanggar peraturan yang diberlakukan oleh Google untuk menampilkan iklan di smartphone para korbannya, meskipun layarnya dalam keadaan siaga.

Laman GSM Arena menyebutkan, iklan-iklan ini seringkali mencegah pengguna menggunakan ponsel mereka dengan benar. Menurut TrendMicro, beberapa iklan bahkan memblokir smartphone yang terinfeksi selama lebih dari 5 menit saat video iklan selesai.

Taktik ini memungkinkan peretas untuk dengan cepat menghasilkan pendapatan iklan sebelum terlihat. Ini sudah teknik yang digunakan oleh periklanan malware Android yang terlihat oleh Avast pada awal 2019.

Trend Micro menyediakan daftar aplikasi yang menyembunyikan malware AndroidOS_Hidenad.HRXH - termasuk Kamera Super Selfie, Kamera Cos, Kamera Pop dan Teka-Teki Garis Satu Stroke - yang kesemuanya masing-masing memiliki satu juta unduhan.

Bukan itu saja. AndroidOS_Hidenad.HRXH juga master dalam seni penyembunyian. Setelah ter-instal, aplikasi memang menunggu 30 menit sebelum mengganti ikonnya dengan cara pintas. Trik ini mencegah pengguna untuk dengan mudah menghapus aplikasi. Untuk itu, Anda harus melalui pengaturan smartphone Android Anda.

Yakinlah, Google dengan cepat menghapus 85 aplikasi yang terinfeksi dari Google Play Store. Untuk menghindari jatuh ke dalam perangkap peretas, TrendMicro merekomendasikan terlebih dahulu untuk memperbarui ponsel cerdas Anda ke Android 9 Pie atau Android 8 Oreo jika memungkinkan.

Malware hanya menargetkan perangkat dengan versi yang lebih lama dari Android Oreo. Android 8.0 dan yang lebih baru meminta pengguna untuk mengonfirmasi sebelum mengizinkan aplikasi membuat pintasan, kata para peneliti.

Iran Peringatkan AS, Jangan Coba Rebut Tanker Minyak

Angkakuda- Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak coba-coba merebut kapal tanker Adrian Darya 1. Iran menegaskan, setiap upaya penyitaan kapal tanker yang sebelumnya bernama Grace 1 itu akan memiliki 'konsekuensi besar'.

Abbas Mousavi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada konferensi pers, bahwa setiap upaya merebut kapal, yang memiliki muatan 2,1 juta barel minyak mentah itu akan berbuntut "konsekuensi serius".

"Jika tindakan seperti itu diambil atau bahkan jika dinyatakan secara lisan dan tidak dilakukan, itu dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan maritim di perairan internasional," kata Mousavi, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (19/8).

"Republik Islam Iran telah memberikan peringatan yang diperlukan kepada para pejabat AS melalui saluran resmi, terutama kedutaan Swiss di Teheran, untuk tidak melakukan kesalahan seperti itu, karena akan memiliki konsekuensi besar," lanjutnya.

Kapal tanker ini memang telah memicu polemik. Sebelumnya, kapal tersebut disita oleh Marinir Inggris pada Juli silam, Karena diduga akan membawa minyak mentah ke Suriah. Kapal itu juga sempat ditahan selama enam pekan, sebelum akhirnya dibebaskan atas perintah Mahkamah Agung Gibraltar, lokasi tempat kapal itu ditahan.

Iran sendiri dengan tegas membantah kalau kapal tersebut membawa minyak dengan tujuan Suriah. Kini, kapal itu dilaporkan tengah menuju Yunani. Namun, pihak berwenang Yunani belum mengkonfirmasi apakah kapal tersebut memang benar menuju negara tersebut.

Manokwari Kondusif, saat Bersihkan Jalan Polisi Temukan 50 Kg Beras Hasil Jarahan

Angkakuda- Aparat Polres Manokwari, Senin malam (19/8/2019) mulai membersihkan blokade jalan pascaaksi demonstrasi masyarakat dan mahasiswa di Manokwari, Papua Barat. Pembersihan ini dilakukan menyusul situasi Kota Manokwari yang berangsur angsur kondusif sejak Senin sore.

Puluhan personel Polisi dilengkapi persenjataan lengkap menyusuri ruas Jalan Yos Sudarso yang sempat lumpuh tital akibat aksi massa. Selain ban bekas, pohon dan batu serta material lain yang menghalangi pengguna jalan turut dibersihkan.

Di tengah pembersihan polisi menemukan 5 karung beras 50 kg yang diduga merupakan hasil jarahan saat aksi massa siang tadi. Pembersihan yang dilakukan pukul 21.00 WIT ini berjalan aman dan lancar. Meski demikian pembersihan secara keseluruhan baru dilakukan Selasa pagi bersama Aparat Kodam XVIII/Kasuari bersama jajaran Polda Papua Barat.

Sebelumnya Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, meminta agar massa pendemo tidak melakukan tindakan anarkistis dan pemukulan terkait insiden dugaan persekusi di Surabaya dan Malang.

Menurut Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, silahkan menyuarakan aspirasi namun dilakukan dengan santun agar suara anak-anak Papua didengar.

Menurut Kapolda situasi Bandara saat ini bisa dikuasai dimana aparat keamanan bisa menghalau massa. Sekarang, kata dia, juga para tokoh sudah dikumpulkan untuk meredam gejolak akibat aksi persekusi mahasiswa di Surabaya.

Minggu, 18 Agustus 2019



Angkakuda - Tim gabungan masih berupaya membebaskan Anak Buah Kapal (ABK) yang disandera dalam kapal nelayan KM Mina Sejati di perairan Maluku. Sebanyak 42 personel tambahan dikerahkan ke lokasi menggunakan KN SAR Bharata. 

Penambahan personel terdiri dari 4 personel Polair, 10 anggota Brimob Polda Maluku, 3 personel Bakamla, 13 personel dari Polres Tual, 12 personel dari Pos SAR Tual Maluku. 

"Ya (Penambahan personel). Data personel Brimob 10 orang, Pol Air 4 orang, Bakamla 3 orang Polres Tual 13 orang dan Pos SAR Tual 12 Orang," kata Kabasarnas Ambon Muslimin saat dihubungi detikcom, Senin (19/8/2019) dini hari. 

Sebanyak 42 personel berangkat pada pukul 00:45 WIT. Sebelumnya KRI Teluk Lada TNI AL sudah diberangkatkan sejak Minggu (18/08) pagi dan pukul 15:30 WIT kapal milik TNI AL telah tiba di lokasi pembajakan kapal.

Pelaku pembajakan KM Mina Sejati itu telah teridentifikasi. Pelaku diduga sesama Anak Buah Kapal (ABK).

"Identitas pembajak merupakan ABK KM Mina Sejati sendiri teridentifikasi ada 3 orang atas nama 1. Nurul Huda sebagai masinies 2. Ferri Dwi Lesmana 3. Qersim Ibnu Malik," kata Kabasarnas Ambon Muslimin saat dihubungi Angkakuda Minggu (18/8). 

Sabtu, 17 Agustus 2019

Mengungkap Jejak Mega Tsunami dari Mitos Nyi Roro Kidul


Angkakuda- Para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menemukan jejak tsunami di pesisir selatan Jawa sekitar 400 tahun lalu. Jejak itu terekam dalam lapisan tanah yang berderet sepanjang pesisir selatan Jawa, bahkan sampai selatan Bali.

Konon, tsunami ini dihubungkan dengan Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul dan kelahiran Kerajaan Mataram, yang dikenal dalam mitos dan dongeng. Beberapa waktu lalu, viral informasi tentang potensi tsunami di daerah pesisir selatan Jawa, dengan berbagai pemberitaan akan terjadinya gempa bumi berkekuatan 8,8 magnitudo. Kekuatan ini mampu memicu tsunami hingga ketinggian 20 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa hingga Bali. Meski begitu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan pernyataan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar.

Zona megathrust selatan Jawa memang memiliki potensi gempa bumi yang perlu diwaspadai melalui upaya mitigasi. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Zainal Arifin menuturkan, adanya potensi bencana dari letusan gunung berapi, gempa, hingga tsunami. Kendati demikian, peristiwa alam ini turut memberi kesuburan tanah yang luar biasa bagi tanah Indonesia. “Barat Sumatera, selatan Jawa, sampai Bali adalah zona subduksi pertemuan lempeng Benua Asia dan Australia,” kata Zainal. Setiap daerah di Indonesia memiliki sejarah singkat, yang meng gambar kan situasi dan kondisi pada masa lalu. Sejarah ini lebih dikenal dengan mitos atau dongeng yang mempunyai pengetahuan berbasis kearifan lokal.

“Mitos dan dongeng sebetulnya adalah bentuk keingintahuan masyarakat pada masa lalu terhadap peristiwa alam,” tambahnya. Ia menjelaskan, mitos yang semula hanya dianggap sebagai khayalan belaka, menjadi suatu fakta dengan penemuan sains. “Kadang sains dapat berkembang dari mitos, seperti cerita adanya kota yang hilang di sekitar selatan Sumatera, Riau, cerita ini ditelusur menggunakan pendekatan ilmiah,” ungkap Zainal. Namun, tahukah Anda bahwa pernah terjadi tsunami di pesisir selatan Jawa? Bencana ini pernah terjadi sekitar 400 tahun silam, dengan gelombang air yang sangat dahsyat. Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Dr Eko Yulianto mengungkap, tsunami di pesisir selatan Jawa melalui fenomena yang terekam dalam mitos Nyi Roro Kidul.

Jejak ini direkam dalam film dokumenter yang berjudul “The Untold Story of Java Southern Sea”. Pelacakan tsunami 400 tahun lalu dilakukan dengan penggalian deposit tsunami, yaitu melihat struktur lapisan tanah di wilayah pesisir. Lapisan tanah yang berbeda-beda itu akan memberi pengetahuan bahwa pernah terjadi tsunami di daerah pantai selatan. Selain melalui penggalian deposit tsunami, Eko menggunakan kisah-kisah dongeng dan mitos untuk mendapat pengetahuan adanya tsunami pada masa lalu. Metode ini dikenal sebagai geomitologi dengan keyakinan bahwa mitos dan dongeng menyimpan informasi terpendam tentang suatu peristiwa pada masa lampau.

Dia menggunakan prinsip keadaan alam, seperti bumi mempunyai siklus untuk peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya, apakah itu letusan gunung, tsunami, banjir, gempa, dan sebagainya. “Kejadian alam dan mitos ini kemudian dapat disatukan dalam ilmu geologi,” tambahnya.Sebagian besar masyarakat awam mengenal mitos atau dongeng hanyalah sebuah interpretasi yang kebenarannya belum dapat dibuktikan. Interpretasi ini dihubungkan pada konteks keilmuan dan keilmiahan untuk menjawab betul tidaknya mitos tersebut. “Contohnya adalah mitos tentang Ratu Kidul yang diduga adalah metafora bahwa pernah terjadi gelombang besar di pesisir pantai selatan Jawa,” kata Eko.

Geomitologi bukan hanya ilmu cocokologi yang menghubungkan beberapa peristiwa tanpa dasar keilmiahan. Geomitologi didasari pada keyakinan mitos-mitos yang kerap menyimpan informasi pada masa lalu. “Geomitologi tidak hanya berhenti pada mitos-mitos dan spekulasi. Mitos dan spekulasi terus diverifikasi dan di buktikan secara ilmiah. Sementara cocokologi hanya berhenti pada spekulasi, tanpa dibuktikan lebih lanjut,” tambahnya.Eko menuturkan bahwa pencarian jejak tsunami raksasa dimulai saat dirinya menemukan lapisan pasir di daerah Pangandaran yang mengindikasikan
  terjadinya tsunami sekitar 400 tahun lalu. Lapisan pasir itu diuji di Japan Nuclear Center pada 2017.

“Dari situ saya bertanya-tanya, ada peristiwa apa di tanah Jawa 400 tahun yang lalu? Ternyata sesuai penjelasan di Babad Tanah Jawi, saat itu ada Kerajaan Mataram dibangun Islam dan Panembahan Senopati menjadi raja pertamanya,” tutur Eko.Eko merupakan orang Jawa yang dibesarkan di Jawa. Dia mengalami masa-masa di mana pagelaran sandiwara tradisional, ketoprak, wayang, dan lain sebagainya, sering muncul di kalangan masyarakat. “Saya mengingat hubungan antara raja-raja Mataram Islam dan Ratu Pantai Selatan sebagai sebuah mitos,” tambahnya.

Eko menceritakan ketika Sultan Hadiwijaya dari Kerajaan Pajang ingin menyerbu Sultan Panembahan. Namun, niat Sultan Hadiwijaya itu terhalang oleh aliran lahar dari Gunung Merapi dan terpaksa kembali ke kerajaan. Saat itu, Panembahan Senopati, Sutawijaya, dan Ki Ageng Pemanahan, telah mengetahui bahwa Sultan Hadiwijaya akan menyerbu.Mereka pun berbagi tugas untuk mencegah terjadinya peperangan. Panembahan Senopati berangkat ke selatan untuk meminta bantuan penguasa laut selatan dan Ki Ageng Pemanahan pergi ke utara meminta bantuan penguasa Merapi. Perjalanan Panembahan Senopati tidak berjalan mulus hingga ia masuk ke sungai dan harus berenang ke tepi.

Saat berada di daratan, Panembahan Senopati bersemedi hingga mengeluarkan hawa panas yang menyebabkan gelombang besar. Gelombang itu mematikan segala makhluk, merobohkan tumbuhan, dan mengganggu pengikut Nyi Roro Kidul.Kemudian, Nyi Roro Kidul menemui Panembahan Senopati dan memintanya untuk berhenti bersemedi. Panembahan Senopati berhenti bersemedi setelah Nyi Roro Kidul berjanji akan membantunya untuk mendirikan Kerajaan Mataram. “Ada cerita Panembahan Senopati bertapa di pantai selatan Jawa untuk meminta bantuan kepada Ratu Kidul untuk dapat membangun Kerajaan Mataram, sedangkan dirinya bukan keturunan langsung raja.

 Setelah pertapaan tersebut, timbullah gelombang tinggi,” kata Eko.Mengingat hal itu, Eko mulai mengumpulkan catatan-catatan sejarah dan cerita rakyat untuk menelaah jejak masa lalu. Jika mitos Nyi Roro Kidul memang berkaitan dengan fenomena alam, harusnya terekam dalam sebuah dokumen yang valid secara ilmiah. Mitos itu sebenarnya bukti bahwa Panembahan Senopati merupakan orang yang cerdas secara politik. Dia mampu membuat peluang untuk menjadikan dirinya sebagai raja. Di samping pertemuan pertama Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul, Babad Tanah Jawa juga menceritakan mitos-mitos lain. Salah satunya tentang kakek Panembahan Senopati yang bisa memegang petir.

Eko juga mengaitkan dengan tembang Serat Sri Nata yang menyebutkan adanya bencana gelombang tinggi dan airnya panas sehingga mematikan makhluk hidup. Dalam lirik tersebut juga tertulis bahwa air naik ke angkasa dan langit bergemuruh, disertai kilatan petir. “Bukankah ini membuktikan bahwa bencana itu benar terjadi? Hanya saja, Panembahan Senopati berhasil memanfaatkan bencana ini seolah-olah Ratu Kidul merestuinya menjadi raja. Dia mengemas bencana ini sebagai mitos turun-temurun untuk kepentingan legitimasi politiknya,” jelas Eko.

Setelah perjalanan panjang, Eko dan tim menemukan bukti bahwa pernah terjadi tsunami di pantai selatan Jawa. Bukti itu ditemukan di Lebak, Ciledug, Pangandaran, dan sekitarnya, Cilacap, Kutoarjo, Lumajang, bahkan selatan Bali. “Kami menyimpulkan, tsunami besar itu memang pernah terjadi 400 tahun lalu,” tambah pria Jawa itu.Dia berharap hasil penelitiannya dapat menguak jejak tsunami masa lalu dan menyampaikannya kepada ma syarakat. Tujuannya, agar masyarakat lebih waspada terhadap bencana yang akan dihadapi. “Harapannya, kita dapat membangun masyarakat yang lebih rasional dan lebih waspada, serta dapat mempersiapkan diri menghadapi ancamanan cam an sehingga kerugian dan korban bisa dikurangi, termasuk juga mengapresiasi cerita itu dalam kajian akademis,” ungkap Eko.

Selain melakukan pe nelusuran dongeng lokal serta penggalian deposit, Eko bersama peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi tengah menyiapkan peta redaman tsunami dalam skala 1:10.000. Peta ini dapat menjadi acuan kuat untuk perencanaan tata ruang wilayah pesisir. “Peta topografi yang paling detail skalanya baru 1:25.000 dan itu pun hanya melingkupi wilayah Jawa. Di luar wilayah Jawa, skalanya lebih tidak detail,” katanya.

Peta ini ditargetkan akan selesai pada 2020, dengan tahap awal di 12 daerah yang memiliki kerentanan tinggi. Daerah ini meliputi Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Yogyakarta, dan Pacitan. “Perlu segera dipikirkan strategi pengurangan risiko oleh pemerintah dae rah dengan efek pembangunan di jalur selatan Jawa,” pungkas peneliti geomitologi itu.



Angkakuda -  Persoalan tindakan asusila wali nagari atau kepala desa adat di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, cukup meresahkan warga.

Empat wali nagari tercatat terjerat kasus itu dan satu di antaranya sudah diberhentikan beberapa waktu lalu.

"Ada empat wali nagari di Pesisir Selatan yang terjerat kasus dugaan asusila. Satu di antaranya sudah terbukti dan langsung diberhentikan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Pesisir Selatan Hamdi saat dihubungi Angkakuda.com, Rabu (24/7/2019).

Hamdi mengatakan, satu wali nagari yang sudah diberhentikan adalah wali nagari Salido, Kecamatan IV Jurai.

Sementara tiga lainnya yang sedang dalam proses adalah wali nagari Gurun Panjang Utara, Kecamatan Bayang, wali nagari Sago, kecamatan IV Jurai, dan terakhir wali nagari Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir.

Menurut Hamdi, wali nagari yang terbukti melakukan tindakan asusila bisa diberhentikan karena melanggar aturan hukum yang berlaku.

"Wali nagari Salido yang sudah diberhentikan itu dijerat UU tentang Perkawinan. Nah, yang lain tergantung kasusnya," ujar Hamdi.

Hamdi mengakui, persoalan asusila wali nagari di Pesisir Selatan memang cukup meresahkan warga karena di Pesisir Selatan nilai-nilai adatnya masih kental.

"Yang sedang diproses saat ini memang hanya tiga, tetapi yang sudah mengarah cukup banyak. Makanya, kami minta wali nagari menjaga susilanya. Jangan sampai meresahkan warga," ujar dia.

Hamdi menyebut, untuk meminimalkan kasus dugaan asusila wali nagari itu, pihaknya berencana merevisi peraturan daerah tentang nagari.

"Ada rencana kami masukkan poin asusila wali nagari itu dalam perda nagari. Saat ini kami sedang membahasnya dulu," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 50 warga Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyegel kantor wali nagari Sungai Liku Palangai, Senin (22/7/2019).

Mereka beramai-ramai datang dengan membawa papan, paku, dan palu serta kemudian menyegel pintu masuk kantor wali nagari sekitar pukul 09.00 WIB.

Warga menuntut wali nagari D dicopot karena memalukan nama nagari sebab diduga melakukan tindakan asusila dengan seorang perempuan ES yang sudah bersuami.

Wali nagari yang tidak terima kemudian membuat laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap sejumlah warga ke Polsek Ranah Pesisir.