New Promo!! Hadiah Hiburan Prize 2 Dan Prize 3 Khusus Untuk Games 4D Dan 3D Berlaku Untuk Semua Pasaran Di Shiokuda-2 Kecuali Pasaran Singapore Toto | Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 5.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.tunggangkuda.com(Versi PC) www.tunggangkuda.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Senin, 13 Mei 2019

Pimpinan OPM Berpangkat Mayjen Ditangkap Pasukan Raider di Perbatasan PNG
MW (50) petinggi TRWP (Tentara Revolusi West Papua) Organisasi Papua Merdeka berpangkat Mayor Jenderal dan tujuh simpatisan yang ditangkap Pasukan Raider 328/Dirgahayu, di Pos Kotis Satgas di Skow Kota Jayapura. Foto iNews TV/Edi S
JAYAPURA - MW (50) seorang petinggi TRWP (Tentara Revolusi West Papua) Organisasi Papua Merdeka berpangkat Mayor Jenderal, ditangkap Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Para Raider 328/Dirgahayu, di Pos Kotis Satgas di Skow Kota Jayapura. Sang Mayjen, ditangkap bersama tujuh orang simpatisan, pada Minggu 12 Mei 2019 saat mereka melintas di Pos Kotis Satgas dari PNG.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari mengungkapkan, penangkapan kedua kelompok ini bermula saat rombongan simpatisan TRWP tersebut melintasi Pos penjagaan Satgas.

“Mereka datang dari arah PNG menuju Jayapura, dan saat akan melewati pos penjagaan dilakukan protap pemeriksaan rutin oleh Danru jaga Provost Sertu Iwan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebuah kartu identitas anggota TRWP di dalam tas yang dibawa salah satu simpatisan," ungkap Dansatgas, Senin (19/5/2019).

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di Pos Kotis, diketahui salah satu diantara mereka adalah tokoh penting dari TRWP berpangkat Mayor Jenderal.

“Saat kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut banyak kami temukan dokumen-dokumen kegiatan dari organisasi ini yang dilakukan di PNG seperti KTA TRWP, Laptop yang berisi video kegiatan TRWP serta dokumen tertulis lainnya. Salah satunya merupakan tokoh penting Organisasi ini sebagai penggalang dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan organisasi mereka,” timpalnya.

Kedelapan orang tokoh dan simpatisan TRWP tersebut adalah MW (50) sebagai pimpinan rombongan, kemudian YT (40), MW (27), EW (49), HT (40), FW (46) dan BU (46). MW (50) sebagai simpatisan, dan hasil pemeriksaan diketahui mereka mengenali semua pejabat dari organisasi ini.

Dansatgas menegaskan, jika pihaknya mengamankan sebuah laptop yang berisi dokumentasi kegiatan TRWP. “Untuk data-data ini akan kami dalami kembali dengan berkoordinasi dengan satuan atas untuk ditindaklanjuti,”katanya.

Dansatgas pun mengarahkan kepada para simpatisan TRWP tersebut agar kembali kepada NKRI dan apa yang mereka lakukan selama ini salah. "Kami berikan pemahaman bahwa Papua adalah bagian Indonesia, dan Pemerintah sudah berupaya untuk memajukan Papua,” pungkasnya.
(sms)

Sabtu, 04 Mei 2019


Saksi Lihat 2 ABG Berantem Sebelum Mayat Bayi Ditemukan di Koja Foto: Ilustrasi penemuan mayat bayi.

Jakarta - Mayat bayi ditemukan di atap genteng rumah warga di Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Sebelum mayat bayi itu ditemukan, seorang warga sempat melihat 2 ABG mondar-mandir di lokasi dan berperilaku mencurigakan.

"Saksi 3 mengatakan bahwa sekitar pukul 03.40 WIB, saksi bersama istrinya mendatangi rumah milik keluarganya yang tidak jauh dari TKP melihat 2 orang ABG dan saksi Joko Santoso tidak kenal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Minggu (5/5/2019).

Menurut saksi Joko, kedua ABG tersebut yakni satu orang perempuan dan satu orang laki-laki. Keduanya terlihat sedang berantem di pinggir jalan.


"Menurut saksi, kedua ABG tersebut dalam keadaan seperti sedang berantem dan ABG perempuan seperti dimarahi oleh yang laki-laki," katanya.

Saksi Joko juga menuturkan kepada polisi, bahwa kedua ABG tersebut terlihat membawa kantong kresek warna hitam. Saksi juga mengaku sempat menegur keduanya saat itu.

"Kemudian saksi ini pergi tidak jauh dari TKP untuk membeli rokok. Saat kembali dari membeli rokok lalu istri saksi bertanya kepada ABG perempuan di mana ABG laki yang marah dan dijawab sedang pergi ke belakang," lanjutnya.

Mayat bayi malang itu ditemukan pada pukul 07.00 WIB. Awalnya, ketika pasangan suami-istri membuka jendela di lantai 2 dan melihat ada bungkusan kresek di atap genteng kontrakan tetangganya di Jalan Beting Remaja RT 02/19 Tugu Utara, Koja, Jakut.

Suami-istri tersebut mengira kantong kresek itu berisi daging dan kemudian membawa kantong kresek itu. Akan tetapi, setelah dibuka ternyata kresek itu berisi bayi laki-laki yang sudah tidak bernyawa.

Rabu, 01 Mei 2019

KPU Ingatkan Parpol Soal Pelaporan Dana Akhir Kampanye
KPU mengingatkan tenggat waktu Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pemilu 2019 yang akan usai hari ini, Kamis (2/5/2019). Foto/Ilustrasi/Dok
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan tenggat waktu Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pemilu 2019 yang akan usai hari ini, Kamis (2/5/2019).

Ketua KPU Arief Budiman meminta seluruh peserta pemilu mau melaporkan dana akhir kampanye mereka tepat waktu. Menurutnya, jika peserta tidak melapor sebagaimana jadwal, akan berlaku mekanisme sanksi seperti dibatalkan keterpilihannya dalam pemilu.

"Hingga hari ini, sudah ada beberapa parpol nasional peserta pemilu yang telah melaporkan LPPDK," ucap Arief Budiman di Gedung KPU Jakarta, kemarin.

Sisanya sambung Arief, masih akan ditunggu laporannya hingga 2 Mei. KPU juga menunggu LPPDK dari paslon capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

"Kemudian, dari sebanyak 811 calon anggota DPD di seluruh Indonesia, sebanyak 130 di antaranya sudah melaporkan LPPDK. Sisanya tetap kami tunggu," katanya.

Menurutnya, LPPDK yang diserahkan oleh peserta pemilu akan diterima langsung oleh kantor akuntan publik (KAP) yang tekah ditunjuk oleh KPU. Saat ini ada 18 KAP yang sudah ditunjuk dan akan bertugas melakukan audit kepatuhan atas LPPDK peserta pemilu.

Dari 18 KAP itu, sebanyak 16 KAP akan melakukan audit LPPDK peserta pemilu. Dua KAP lain akan mengaudit LPPDK dari dua paslon capres-cawapres.

"KAP punya waktu 30 hari untuk melakukan audit. Audit yang dilakukan meliputi apakah laporan disampaikan tepat waktu, apakah dana kampanye tidak melampaui batas yang ditentukan dan sebagainya. Kalau ada bentuk-bentuk pelanggaran (dalam LPPDK), silakan melaporkan ke Bawaslu," jelasnya.

Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey melaporkan dana kampanye ke posko penyerahan LPPDK, total dana kampanye yang dilaporkan PDIP sebesar Rp345,02 miliar.

"Kami PDI Perjuangan Laporan Awal Dana Kampanye kita sebesar Rp106.750.833.809, sampai hari ini total penerimaan dan pembiayaan kita itu sebesar Rp345.025.077.816," ucapnya.

Menurutnya, dana kampanye berasal dari sumbangan para caleg untuk pencetakan alat peraga kampanye dan pelaksanaan kampanye. Paling besar dana kampanye diperuntukan untuk pencetakan alat peraga kampanye, transportasi caleg hingga sosialisasi.

Masing-masing caleg menghabiskan pengeluaran yang berbeda-beda untuk kampanye. Rata-rata

tiap caleg mengeluarkan dana Rp4 miliar untuk kampanye.

"Dari caleg-caleg ini totalnya Rp345 M, ini rata-rata dari caleg. Ada contoh ini ada beberapa caleg rata-rata pengeluarannya hampir Rp5 miliar misalnya dari Deddy Sitorus ini pengeluarannya ada Rp4.831.000.000 ada pak Rano Karno juga, banyak. Rata-rata pengeluaran caleg kita hampir Rp 4 miliar pengeluaran mereka," katanya.

Sementara Bendahara Umum Partai Gerindra Thomas Djiwandono menyerahkan LPPDK Pemilu 2019 berjumlah Rp134,7 miliar. Dana tersebut tercatat sebagai dana penerimaan.

"Kami dari Partai Gerindra datang hari ini dan menyelesaikan tugas berdasarkan UU yang berlaku mengenai laporan keuangan Partai Gerindra untuk pemilu legislatif," ucapnya.

Pengeluaran terbesar partainya dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan alat peraga kampanye (APK) yaitu sekitar 72,5%. Dana yang terkumpul tersebut, hampir seluruhnya berasal dari kader Gerindra khususnya yang maju sebagai calon legislatif di seluruh wilayah Indonesia dan tanpa bantuan dari pihak luar partai.

"Hampir 95 persen dari caleg, sekitar Rp1 miliar berasal dari kas partai kami dari Partai Gerindra. Jadi tidak ada dana dari luar. Berasal dari 366 caleg Gerindra yang menyumbang di bawah angka Rp500 juta. Selain itu menurut dia, 45 caleg yang menyumbang dikisaran angka Rp500 juta hingga Rp1 miliar dan 32 caleg yang menyumbang di atas Rp1 miliar," jelasnya.
(maf)

Senin, 29 April 2019


Usai Kritik Prabowo, Suami Rey Utami Dapat Ancaman Pembunuhan
  Rey Utami

Jakarta - Pablo Benua sempat mengkritik Prabowo Subianto lantaran lebih dulu mengukuhkan diri sebagai presiden dalam Pemilu 2019. Di sisi lain, dikatakan Rey Utami, istri Pablo, suaminya sempat mendapatkan banyak ancaman, mulai dari ingin dibawa ke ranah hukum sampai ancaman pembunuhan.

"Ya banyak mau ancam persekusi, mau ancam lapor polisi, mau ancam bunuh, mau ancam menghilangkan nyawa hidup atau mati. Sudah kata-katanya sudah melebihi dewalah, seram banget gitu loh," kata Rey Utami di Karet Bivak, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2019).

Namun digali lebih dalam apakah ada kalangan pendukung Prabowo yang membawa masalah ini ke hukum, diakui Rey hingga saat ini belum ada.
"Nggak tahu menurut teman-teman media gimana. Artinya belum ada, yang mudah-mudahan sih baik-baik saja semuanya," kata Rey.

Di akhir, Rey pun sampai meminta pendukung Prabowo tak menghakimi suaminya. Dia juga meminta pendukung Prabowo lebih tabayun saat melihat video di vlognya tersebut.

"Kalau kita sama-sama muslim apa namanya salah paham itu semua bisa tabayun begitu loh yang penting jangan main hakim sendiri gitu saja, tak kenal maka tak sayang kan. Kalau saya lihat, makanya videonya itu jangan dipotong-potong. Kalau menurut aku jadi ditonton dari awal sampai akhir," tandasnya.



     Bandara Internasional Yogyakarta/Foto: Ristu Hanafi

Yogyakarta - Sejumlah maskapai masih menjajaki pasar sebelum membuka rute penerbangan dari dan ke bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA). Sejauh ini baru Citilink yang memastikan akan membuka rute ke bandara yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kami terus koordinasi dengan pihak terkait, agar apa yang sudah kami lakukan sejak beberapa waktu yang lalu, beberapa tahap itu bisa berjalan dengan lancar. Selamat atas pembangunan bandara baru ini, semoga bisa menumbuhkan kembali potensi ekonomi, tak hanya berpusat di kota, tapi juga bisa merata di seluruh wilayah DIY dan Jateng," kata Area Manager DIY-Jateng Lion Air Grup Widi Wiyati, Senin (29/4/2019).

Hal itu disampaikannya saat jumpa pers kesiapan operasional bandara YIA bersama jajaran PT Angkasa Pura I di Terminal YIA.


"Rencana Lion Grup akan terus koordinasi dengan berbagai pihak, kita melakukan juga analisis market, kapasitas angkut, juga akan seleksi rute mana yang memang bisa kita masuki dan bisa dinilai potensial. Sejalan dengan permintaan pasar harus kita sesuaikan," jelasnya.

Menurut Widi, pasar di DIY cukup baik bagi pelaku dunia penerbangan karena adanya permintaan dari wisatawan dan pebisnis yang dirasa sejalan dengan tren traveling di era milenial.

"Lion Grup ada Lion Air, Batik Air, Wings Air, di luar ada Thai Lion Air, ada juga Malindo Air, harapannya secara corporate kami bisa dukung penuh keberadaan bandara baru ini," ujarnya.


Sementara itu, Vice President Network Management Citilink, Tenten Wardhaya menyebutkan bahwa Citilink siap membuka rute penerbangan di YIA.

"Kita lihat dari enam bulan terakhir atau hampir satu tahun, Citilink telah melakukan penerbangan perdana ke airport baru, antara lain dua terakhir, di Kertajati dan ke Samarinda. Ini (YIA) juga airport baru yang nanti kita akan beroperasi, kami harapkan dalam waktu tak terlalu lama bisa beroperasi," ujarnya.

"Bahwa sebenarnya Citilink sudah koordinasi dengan Angkasa Pura I terkait dengan rencana penerbangan per tanggal 29 hari ini. Tapi ada perubahan jadwal sehingga ditunda sampai batas waktu yang nanti akan ditentukan lebih lanjut," lanjutnya.

Citilink lebih dulu berencana penerbangan uji coba pada 2-3 Mei menggunakan pesawat jenis Airbus 320. Selanjutnya direncanakan akan melakukan penerbangan komersial pada 6 Mei dari Bandara Halim Perdanakusuma.

"Saat ini proses sedang dilakukan, dari sisi safety dan security, kerja sama dengan Dirjen Perhubungan Udara. Selanjutnya kami akan mengurus izin rute, sehingga kami harapkan tanggal 6 Mei sudah siap semuanya," jelasnya.

Namun demikian, pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan AP I. Terutama menyangkut permintaan pasar YIA.

"Pengalaman yang kami rasakan di beberapa airport baru ini tentunya menjadi hal berharga, nantinya didiskusikan dengan Angkasa Pura I. Kami lihat di Kertajati dan Samarinda bisa jadi pelajaran kita semua," terang Teten.

"Tentunya kendala yang selama ini kami hadapi di Yogya, terutama mengenai slot (di Bandara Adisutjipto), di sini (YIA) bisa teratasi. Ada solusinya walaupun tak 100% solusi terpecahkan karena kalau bandara tujuan tak ada penambahan slot, ini akan sulit juga bagi operator atau ailine untuk melakukan penerbangan," imbuhnya.

Benarkah kombinasi durian dan kopi berbahaya bagi jantung? (Foto: Thinkstock)Benarkah kombinasi durian dan kopi berbahaya bagi jantung?

Jakarta - Sebuah kabar yang sempat viral di media sosial menyebut seorang pria tewas setelah minum kopi dan makan durian. Hasil visum dari kepolisian setempat menjelaskan pria berusia 26 tahun itu tewas karena serangan jantung akibat dosis kafein yang terlalu tinggi. Korban sebelumnya juga sempat berhubungan intim dengan pacarnya.

Terkait kasus ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Prof Budhi Setianto Purwowiyoto menjelaskan konsumsi kopi dan durian tidak langsung mengakibatkan serangan jantung. Bila korban tewas seketika patut dicurigai adanya penyakit penyerta yang telah diderita korban sebelumnya.

"Korban mungkin telah sakit sebelum makan durian dan minum kopi yang berujung kematian. Riwayat sakit inilah yang kemudian memicu serangan jantung, bukan serta merta efek durian dan kopi," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini pada Jumat (08/02/2019).


Budhi mengatakan secara umum konsumsi durian dan kopi tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun hal ini bergantung pada kondisi kesehatan tiap orang. Untuk menekan risiko serangan, Budhi menyarankan memperhatikan debaran usai mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

"Jika setelah makan atau minum asupan tertentu terasa berdebar-debar maka segera hentikan. Bila perlu jangan lagi mengonsumi atau kurangi frekuensi serta jumlah asupan demi kesehatan jantung. Selain itu, segera kontrol untuk memastikan dan mengetahui faktor risiko serangan jantung," kata Budhi.